Oh… Ternyata Ini Penyebab Wanita Sulit Berdamai dengan Diri Sendiri – FAJAR health
Beauty

Oh… Ternyata Ini Penyebab Wanita Sulit Berdamai dengan Diri Sendiri

sumber foto: pixabay.com

FAJAR HEALTH-Dalam berbagai banyak diskusi, dikatakan bahwa perempuan sulit berdamai dengan diri sendiri.

Bahkan jika dirundung masalah, kebanyakan di antara mereka sulit untuk Move On. Meski demikian, ada di antara mereka juga yang tidak memiliki karakter ini.

Yang menjadi penyebab mengapa perempuan itu sulit berdamai dengan diri sendiri, lantaran ‎sebagian besar kaum hawa ‎menjadi korban pelecehan seksual.

“Sekitar 50 sampai 60 persen pasien saya mengalami pelecehan seksual dari orang terdekatnya dan membuat mereka tidak bisa berdamai dengan dirinya sendiri,” ujar Life Coach Ely Susanti sebagaimana dilansir laman JawaPos (Fajar Grup), belum lama ini.

Kasus pelecehan seksual kerap terjadi sejak dulu. Sayangnya, perempuan terlalu malu untuk membeberkan pelecehan ke muka umum. Bahkan, untuk memberi tahu ke orang tua saja takut. “Mereka hanya bisa memendam sendiri yang ‎pada akhirnya memengaruhi kehidupan yang dijalaninya akibat masa lalu itu,” ‎ucapnya.

Dampaknya, kata ‎wanita yang telah dua tahun menjadi life coach ini, bisa memengaruhi hubungan pasangan suami-istri. “Contohnya, kasus pasien saya. Akibat pelecehan seksual, dia menjadi tidak bisa having fun berhubungan intim dengan suaminya. Sebab, masih terbayang terus di dalam pikirannya‎,” bebernya.

Bahkan, ada salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya, akibat pelecehan ‎seksual yang dialaminya saat berusia 5 tahun membuat dirinya merasa tidak layak dicintai dan sebagainya.

“Entah kenapa saya merasa tidak terlalu suka dicintai oleh pria yang baik. Dan lebih memilih cowok bandel. Ternyata saya sadar, bahwa akibat pelecehan itu membuat saya seperti ini. Padahal, saya hanya korban tetapi tanpa saya sadari telah merusak diri sendiri,” terangnya.

Oleh karena itu, Ely meminta, agar ‎para perempuan bisa berdamai dengan masa lalunya sekalipun disebabkan akibat pelecehan seksual. Serta, untuk para orang tua pun harus bisa menjaga anak perempuan dan lelakinya dengan hati-hati.

“Beri tahu ke anak perempuan untuk menjaga kemaluannya. Bila ada yang menyentuh tanpa seizin kamu (yang punya tubuh, red), beri tahu orang tua. ‎Begitu juga untuk lelaki. Untuk anak lelaki diajarkan respect terhadap perempuan, seperti menghormati ibunya sendiri,” papar wanita yang menulis buku “Move On” itu. (jpg/fajar)‎

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top