Peringati Suami Anda… Ini Gejala Awal Kanker Prostat yang Sering Diabaikan – FAJAR health
Warning

Peringati Suami Anda… Ini Gejala Awal Kanker Prostat yang Sering Diabaikan

sumber foto: pixabay.com

FAJAR HEALTH-Salah satu kanker yang biasanya menyerang kaum adam adalah kanker prostat. Ini merupakan salah satu kanker ganas peringkat keempat.

Para perempuan wajib tahu soal itu supaya bisa mewaspadai kondisi ayah, suami, atau saudara laki-laki.

Prostat merupakan kelenjar kecil yang terletak di antara kandung kemih dan rektum. Kelenjar tersebut berada di sekitar ureter atau saluran kencing. Meski kecil dan tersembunyi, ia punya peran penting buat pria. Sebab, kelenjar prostat adalah bagian sistem reproduksi pria.

Namun, seiring dengan pertambahan usia, organ yang digambarkan seukuran kacang walnut itu berpotensi mengganggu kenyamanan.

“Keluhan utamanya sulit buang air kecil, terutama di usia 60 tahun ke atas,” ungkap Prof Nick Brook, ahli urologi Royal Adelaide Hospital. Dokter yang tergabung dalam Lembaga Kanker Prostat Australia (PCFA) tersebut menjelaskan, gejala itu terbilang normal.

Brook menyatakan, gejala tersebut baru berpotensi berbahaya jika disertai nyeri di bagian kemaluan, bahkan pinggang. Meski demikian, gejala itu tidak selalu menandakan kanker. ”Perlu dilakukan tes colok dubur untuk mengetahui ada tidaknya benjolan di prostat,” tegasnya. Menurut pemilik laman nickbrookurology.com tersebut, pengecekan itu efektif mendeteksi potensi sel kanker, bahkan pada tahap awal.

Prosedur colok dubur merupakan tes yang umum dilakukan di Indonesia. Meski demikian, berdasar PNPK, keefektifannya hanya 18 persen. ”Untuk tindak lanjutnya, ada tes darah PSA (prostatespecific antigen) buat mengecek kadar protein tertentu yang muncul lantaran pembesaran kelenjar prostat,” imbuh Brook. Hingga kini, belum ada kesepakatan mengenai patokan atau ambang aman hasil tes PSA. Makin tinggi hasil tes, makin tinggi pula kemungkinan munculnya kanker prostat.

Bila hasilnya melebihi standar –nilai baku yang digunakan di Indonesia 4 ng/ml–, dokter umumnya akan menyarankan biopsi. Hasil itulah yang menjadi patokan tindakan, mulai pengobatan hingga operasi maupun prosedur lain.

Di Indonesia, kanker prostat berpotensi menyerang pria usia 60–70 tahun. Menurut survei Masyarakat Urologi Onkologi Indonesia pada 2008, rata-rata usia penderita 63,8 tahun. Jumlah pasien yang tercatat mencapai 971 orang. Jurnal itu menyebutkan bahwa angka pasien dengan kanker prostat naik hingga dua kali lipat pada 2001–2006.

Menurut Dr Rainy Umbas PhD SpU, tingginya angka penderita tersebut dipicu gaya hidup. ”Terutama konsumsi makanan berprotein dan berkalsium tinggi,” ucap pengajar di prodi urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Dia menambahkan walau dua zat gizi itu penting, pemenuhannya harus diperhatikan. Caranya, pilih bahan pangan yang berkualitas dan beragam dalam porsi cukup.

Meski demikian, dengan terapi dan pengobatan yang baik, angka harapan hidup penderita kanker terbilang tinggi. Terlebih bila kanker didiagnosis dalam tahap awal atau masih bersifat lokal (belum menyebar). Dalam jurnalnya, Dr Rainy Umbas PhD SpU menyatakan, harapan hidup di atas lima tahun nyaris 70 persen. (jpg/fajar)

Comments

comments

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top