Cara Asik Singkirkan Batu Ginjal, Naik Roller Coaster! – FAJAR health
News Update

Cara Asik Singkirkan Batu Ginjal, Naik Roller Coaster!

Photo Source: Pinterest

FAJAR HEALTH – Tanpa kerja ginjal yang normal atau biasa disebut dengan istilah gagal ginjal, maka seseorang akan cenderung merasa lelah dan lemah lantaran kurangnya pasukan darah bersih yang mengalir dalam tubuh.

Jika ginjal sudah memasuki keadaan toksik atau dikenal dengan uremia dapat menyebabkan seseorang mengalami kejang-kejang dan dapat berakhir dengan kematian.

Salah satu ciri-ciri seseorang mengalami gagal ginjal adalah munculnya rasa sakit pada belakang atau samping dari ginjal si penderita dan juga diikuti dengan urine yang bercampur darah.

Seperti diberitakan Fajar Health sebelumnya, salah satu cara mengatasi batu ginjal adalah dengan banyak-banyak mengkonsumsi air putih dan menghindari makanan yang tinggi akan oxalte seperti bayam, almond, okra dan kelembak.

Selain itu, penderita batu ginjal juga disarankan mengkonsumsi potassium citrate, dengan begitu pertumbuhan kristal dalam ginjal dapat ditekan sedemikian rupa.

Adapun teknik terbaru mengeluarkan batu ginjal, jika menurut penelitian yang dilakukan oleh College of Osteopathic Medicine di Michigan State University adalah dengan cara mengendarai roller coaster, sebagaimana disebutkan dalam “Journal of the American Osteopathic Association”.

“Ibarat Ginjal adalah pohon dengan banyak dahan. Kekuatan (yang dihasilkan roller coaster) mengubah posisi dari batu (ginjal) melewati dahan yang ada dan menuju kandung kemih,” jelas salah satu penulis studi, Dr Wartinger seperti dikutip dari Medical News Today (27/9/2016)

Menaiki roller coaster dengan kecepatan sedang, kata Dr. Wartinger, dapat membantu batu ginjal berukuran kecil menemukan jalan keluarnya melalui urine, hal ini dapat mengurangi keharusan seorang penderita melewati proses operasi. Ia juga menyebutkan, duduk di kursi paling belakang roller coaster akan lebih jauh efektif ketimbang duduk di area depan.

Namun harus diakui bahwa metode ini terbatas pada mereka penderita awal. Bagi mereka yang sudah memasuki tahapan kronis, alternatif ini bukanlah pilihan.(Fajar Health/ruf)

Comments

comments

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top