Mengandung Selama 3 Tahun, Isi Perut Wanita Ini Ternyata… – FAJAR health
News Update

Mengandung Selama 3 Tahun, Isi Perut Wanita Ini Ternyata…

FAJAR HEALTH – Tiga tahun silam, seorang ibu bernama Margaret Mcmahon asal Irlandia didiagnosa menderita irritable bowl syndrome (IBS), penyakit kronis yang biasa ditandai dengan gejala perut kembung dan konstipasi.

Namun, ibu dua anak itu tidak mengalami gejala kembung seperti yang disebutkan di atas. Yang dirasakan wanita berusia 48 tahun itu adalah kehamilan tanpa akhir beserta gejalanya (perut yang membesar dan sering buang air kecil).

“Seperti hamil yang tidak pernah kunjung usai, setidaknya kalau hamil akan ada bayi usai melahirkan,” kata Margaret seperti dikutip dari The Sun.

Setelah melewati masa sulit tersebut, diikuti dengan sakit kronis dibagian panggul dan bagian belakang bawah tubuh, juga pernah dilarikan ke UGD, Margaret yang berprofesi sebagai asisten dosen itu mulai curiga ada yang salah dengan hasil diagnosa IBS-nya.

Dilansir GoodHouseKeeping.com, kondisi Margaret yang semakin mengkhawatirkan pun merubah hidupnya. Ia tidak lagi bisa hidup normal dan meninggalkan pekerjaannya, serta tertutup dari masyarakat. Semuanya akibat dari rasa sakit bak ditusuk benda tajam di sekitar bagian perut dan kesulitan mengkonsumsi makanan.

Akhirnya, ia pun memutuskan untuk melakukan CT Scan, pemeriksaan medis yang biasa digunakan untuk memindai penyakit seperti kanker dan penyakit yang disebabkan oleh virus-virus berbahaya. Hasilnya pun mencengangkan.

CT Scan menunjukan bahwa wanita malang tersebut menjadi inang dari pertumbuhan Uterine fibroid atau myoma, jenis kanker jinak yang tumbuh pada jaringan otot rahim.

Myoma sendiri ternyata adalah jenis kondisi kesehatan yang umum terjadi pada wanita usia di atas 30 tahun, namun dalam bentuk yang kecil dan saking kecilnya tidak menyebabkan rasa sakit.

Yang terjadi pada Margaret adalah kasus yang berbeda, myoma ini tumbuh dengan panjang sekitar 18 cm atau setara dengan ukuran semangka besar, akibat dari kesalahan diagnosa yang berujung pada penderitaan panjang.

Usai melewati proses pengangkatan uterine fibroidnya pada Maret tahun ini, Margaret kini dapat menikmati kehidupan normalnya yang sempat hancur. Margaret pun berharap berharap agar kisahnya ini memiliki dampak edukasi yang besar terhadap seluruh wanita di dunia tentang keberadaan myoma yang minim informasi.(Fajar Health/ruf)

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top