Bahaya Kekurangan Lemak dan Kolesterol, Dapat Menyebabkan… – FAJAR health
Warning

Bahaya Kekurangan Lemak dan Kolesterol, Dapat Menyebabkan…

Photo source: bigbangnews.com

FAJAR HEALTH – Di masa lalu, lemak dan kolesterol kerap mendapatkan stigma buruk di masyarakat. Para ahli menyatakan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak dan kolesterol dapat meningkatkan resiko seseorang terkena serangan jantung, stroke dan kematian di usia dini.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan hasil meta analisis yang dirilis pada Journal of Psychiatry & Neuroscience yang menyebutkan bahwa kadar kolesterol dalam darah yang rendah memiliki kaitan dengan resiko depresi.

Bahkan, mereka yang memiliki kadar kolesterol rendah beresiko membangun pemikiran negatif seperti keinginan untuk bunuh diri sebesar 115 persen. Ini angka yang sangat membahayakan.

Mengapa demikian? Secara teori, 60 persen otak manusia terdiri dari lemak dan 25 persen kolesterol tubuh dapat ditemukan pada otak.

Tanpa nutrisi yang cukup, otak tidak akan mampu berfungsi secara optimal. Bahkan beberapa studi individual menunjukan bahwa kekurangan kolesterol dapat menggangu kemampuan sintesis dan menyalurkan serotonin, hormon yang dapat mempengaruhi mood seseorang.

Menurut pakar nutrisi Frances Largeman-Roth, RDN, (tidak terlibat dalam studi di atas) konsumsi lemak harus berada pada angka 25 – 35 persen dari total asupan kalori harian atau sekitar 55 -78 g dari 2000 kalori.

Untuk itu, Dr. Largeman-Roth menganjurkan untuk mengkonsumsi asam lemak Omega-3 yang mampu meningkatkan kolesterol baik atau HDL.

“Kekurangan omega-3 biasanya dikaitkan dengan perubahan mood dan depresi,” jelasnya menambahkan omega-3 dapat ditemui pada jenis ikan seperti tuna albacore, salmon, herring, sarden dan cod dan, daging sapi dan susunya, chia, lenan dan biji rami.

Jika anda dianjurkan untuk mengkonsumsi asam lemak omega-3, jenis lemak lainnya seperti lemat jenuh dan trasn fat adalah jenis lemak yang harus anda hindari karena memilikiki kaitan dengan meningkatnya resiko depresi pada seseorang.

Namun perlu diketahui, apabila omega-3 dan kolesterol baik tidak dapat menyelesaikan mood swing dan perasaan depresi anda, bisa jadi bukan disebabkan oleh masalah defisiensi melainkan kondisi lain seperti penyakit tertentu, penggunaan obat-obatan atau masalah genetik resistensi terhadap kolesterol.(Fajar)

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top