News Update

Hypochondriasis, Penyakit Khayalan yang Bisa Berbuntut Maut

Pixabay

FAJAR HEALTH — Hypochondriasis adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan sebuah kondisi di mana penderitanya memiliki kecenderungan untuk mengada-ngada bahwa dirinya tengah menderita penyakit tertentu atau sebuah penyakit yang nyatanya tidak pernah ada pada dirinya.

Singkatnya, hypochondriasis adalah sebuah penyakit yang muncul dari khayalan dari si penderita. Kondisi ini sendiri biasanya dimulai ketika seseorang berusia 20 atau 30an dan dapat terjadi pada pria maupun wanita.

Hypochondriasis dapat dipicu oleh sakit keras yang dialami kerabat atau keluarga yang meninggal dunia, juga akibat penyakit susulan yang disebabkan oleh depresi atau gangguan kecemasan.

Meski terlihat tidak berbahaya, namun penderitanya dapat mengalami perubahan menjadi karakter yang aneh, diliputi kegelisahan hingga obsesi yang merusak.

Bagi penderita, sakit perut biasa bisa saja berubah menjadi pertanda kanker perut atau sakit pada area kepala bisa menjadi pertanda dari kanker otak. Stress yang muncul dari pemikiran seperti inilah yang kemudian membuat kondisi tubuh (yang tadinya hanya sakit biasa) semakin memburuk. Dalam kasus tertentu, bunuh diri adalah solusi yang mereka ambil untuk mengakhiri penderitaan itu.

“Penyakit seringkali menjadi bagian sentral dari identitas penderita Hypochondriasis,” kata Arthur Barsky, MD, dari Harvard Medical School seperti dikutip dari WebMD.

Penulis buku Worried Sick: Our Troubled Quest for Wellness (1988) itu menambahkan, bahwa kondisi ini dapat berdampak buruk terhadap baik dunia kerja maupun hubungan sosial dari si penderita.

Bahkan, menurut Brian Fallon, M.D., professor of psychiatry dari Columbia University, penyakit yang berjuluk ‘Phantom Illness’ ini menyebabkan melayangnya triliunan rupiah yang digelontorkan banyak penderitanya hanya untuk melakukan medical check up.

Parahnya lagi, hasil dari check up tersebut tidak dapat memuaskan kecemasan akan kondisi tubuh mereka. Hal inilah yang kemudian menimbulkan rasa tidak percaya dari si penderita terhadap profesi dokter.(ruf/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!