Alasan untuk Membatasi Durasi Menonton Anak, Lakukan Sebelum Terlambat – Fajar Health
News Update

Alasan untuk Membatasi Durasi Menonton Anak, Lakukan Sebelum Terlambat

Foto: Freepik.com

FAJAR HEALTH — Terlalu banyak menonton televisi di masa kanak-kanak dan remaja ternyata memiliki efek buruk tersendiri terhadap pertumbuhan tubuh mereka. 

Efek buruk yang dimaksud, menurut sebuah studi, adalah rendahnya massa pertumbuhan tulang ketika anak memasuki usia 20.

Studi yang dirilis pada Journal of Bone and Mineral Research ini mempelajari rekam jejak atas 1181 partisipan berusia mulai dari 5, 8, 10. 14. 17 hingga 20 tahun.

Dari situ ditemukan, mereka yang secara konstan menonton acara televisi lebih dari 14 jam setiap minggunya memiliki kandungan mineral yang rendah pada komposisi tulangnya, jika dibanding mereka yang jarang menonton televisi.

“Karena pencapaian pertumbuhan yang optimal dari massa tulang adalah hal yang penting dalam memerangi osteoporosis dikemudian hari, menghindari anak-anak untuk malas bergerak (melakukan aktifitas fisik) dapat memberikan manfaat terhadap pertumbuhan tulang pada anak,” ungkap para ahli dalam jurnal itu, seperti dikutip dari Medical News Today.

Bahkan setelah dilakukan perhitungan terhadap tinggi badan, massa tubuh, aktifitas fisik, asupan kalsium, tingkat kandung vitamin D dan alkohol, hingga kebiasaan merokok (mereka yang sudah berusia 20 tahun), hasilnya adalah sama.

Inti dari artikel ini adalah, untuk mengingatkan betapa penting peran orang tua dalam membatasi kebiasan nonton anak-anak agar masih dalam durasi yang normal dan sehat. Serta tidak lupa untuk mengajak buah hati mereka untuk sibuk dengan melakukan aktifitas yang melibatkan kegiatan fisik. 

(ruf/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!