News Update

Cara Mencegah Diabetes Militud Sejak Dini

Mahasiswa : Ernawati Hatuwe, S.Kep., Ns. dosen: Dr. Titih Huriah, S.Kep.,Sp.Kom.
Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

Diabetes Melitus (DM) atau sering di sebut sebagai penyakit kencing manis merupakan suatu keadaan dimana tubuh tidak bisa menghasilkan hormon insulin sesuai kebutuhan atau tubuh tidak bisa memanfaatkan secara optimal insulin yang di hasilkan, sehingga terjadi peningkatan kadar gula dalam darah melebihi batas normal.

Diabetes Melitus bisa juga terjadi karena hormon insulin yang di hasilkan oleh tubuh tidak dapat bekerja dengan baik (Smeltzer and Bare 2002).

Sekarang Diabetes dapat terkena pada usia muda, Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2000 jumlah penderita Diabetes Melitus seluruh dunia sudah mencapai 171 juta orang dan proporsi lebih tinggi tersebar pada India sebanyak 31 juta orang. Pada tahun 2030 diperkirakan jumlah penderita Diabetes Melitus di dunia akan mencapai jumlah 366 juta orang atau naik sebesar 114% dalam kurun waktu 30 tahun.

Data terbaru di tahun 2015 yang ditunjukkan oleh (PERKENI) menyatakan bahwa jumlah penderita Diabetes di Indonesia telah mencapai 9,1 juta orang, kali ini Indonesia disebut-sebut telah bergeser naik, dari peringkat ke-7 menjadi peringkat ke-5 teratas diantara negara-negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

Apa yang bisa kita lakuka jika inggin terhindar dari penyakit Diabetes Melitus?

Ada tiga upaya yang dapat kita lakukan agar terhindar dari penyakit Diabetes Melitus.

Pencegahan Primer: Yaitu upaya yang ditujukan pada seseorang yang memiliki faktor risiko, yakni seorang yang belum terkena, tetapi berpotensi untuk mendapat penyakit Diabetes Mellitus. Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi seperti: Ras dan etnik, riwayat keluarga dengan Diabetes Mellitus.

Intervensi yang bisa di lakukan adalah:

1. Gaya hidup sehat.

2. Mempertahankan pola makanan sehari-hari seperti meningkatkan konsumsi sayuran dan buah dan batasi makanan tinggi lemak.

3. Mempertahankan berat badan.

4. Lakukan kegiatan jasmani atau berolahraga yang cukup sesuai umur dan kemampuan.

5. Berhenti merokok dan minum alkohol.

6. Sering memeriksa kondisi ke pelayanan kesehatan.

Pencegahan Sekunder

Upaya untuk mencegah atau menghambat timbulnya penyulit pada penderita yang telah terdiagnosis Diabetes Mellitus yaitu dengan cara observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan, skrining dan chek up kesehatan untuk penderita Diabetes Melitus sedini mungkin dengan cara pemeriksaan gula darah jika gula darah tinggi akan menjadi media terbaik bagi pertumbuhan kuman. Imunisasi, pengobatan, perawatan kulit dengan teratur dan sungguh-sungguh, diet dangan meningkatkan sayuran dan buah kurangi makanan yang berkarbohidrat, terapi insulin untuk diabetes militus.

Pencegahan terseir

Pencegahan tersier adalah tindakan jika seseorang yang telah di dagnosis Diabetes Melitus, tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan cara melakukan pemeriksaan ke pelayanan kesehatan baik itu rumah sakit atau puskesmas. Dokter dapat memberikan tindakan yang lebih baik dan tepat, dokter dapat kolaborasi antar profesi tim medis (jantung, ginjal, mata, bedah ortopedi, bedah vasikular, radiologi, rehabilitasi medis, gizi, pediatrik, dan lain-lain) ini penting dalam pencegahan tersier agar penyembuhan pasien secara optimal. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!