Pentingnya Pemenuhan Nutrisi 1.000 HPK

by -9 views

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Saat masa kehamilan, gizi yang baik sudah harus dipenuhi hingga saat kelahiran. Periode yang disebut sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ini merupakan masa sensitif yang menentukan kualitas hidup seseorang di kemudian hari.

Seribu HPK, dimulai sejak bayi dalam kandungan sampai anak usia 2 tahun. Di 1.000 HPK ini kebutuhan nutrisi bayi harus terpenuhi. Bahkan tiga bulan sebelum hamil calon ibu sudah mempersiapkan diri dengan mengonsumsi makanan kaya asam folat.

"Bahkan sebelum konsepsi, 3 bulan sebelum nikah sudah dikasi suplemen asam folat, sebelum merencanakan kehamilan. Jauh hari sudah dipersiapkan," jelas dr. Diana F. Suganda, M.Kes Sp.GK, Spesialis Gizi Klinis pada workshop "Cara Mudah Jadi Millennial Mums yang Peduli Nutrisi" diselenggarakan oleh Teman Bumul x Tokopedia di kawasan Kuningan, Jakarta baru-baru ini.

Dijelaskan ada dua fase di 1.000 HPK yakni fase Fetal Growth, dari janin usia 0 – 9 bulan dan setelah lahir usia 0 – 2 tahun. Nutrisi pada 1.000 HPK sangat penting karena bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan, kognitif, anak lebih kompetitif, dan produktif bagi masyarakat saat dewasa.

"Jika diabaikan maka kelak anak berisiko terkena penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus, stroke saat dewasa dll. Kalau dari dalam kandungan sudah dikasi nutrisi bagus risiko penyakit degeneatif berkurang," jelasnya.

Kebutuhan energy dan zat gizi saat hamil berbeda-beda. Saat hamil, ada penambahan energy yakni pada trimester 1 naik sekitar 100 kkal, trimester ke-2 ditmabah 300 kkal, dan di trimester ke-3 naik 300 kkal.

"Gak cuman kalori, tapi sumbernya dari mana. Sedangkan saat menyusui kebutuhan kalori naik 600-700 kkal karena untuk memproduksi ASI butuh banyak nutrisi," jelasnya.

Saat hamil dan menyusui, lanjut dr. Diana ibu harus memperlihatkan asupan makanan dengan prinsip gizi seimbang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin & mineral, dan air putih. Serta harus membatasi makanan tertentu dan minuman bersidat diuretik.

"Bumil dan busui harus makan dengan gizi seimbang. Air putih diperbanyak, batasi minum kopi. Bukannya gak boleh, tapi dibatasi, kopi sifatnya diuretic. Tubuh membutuhkan air untuk bikin ketuban/ASI," katanya.

"Kopi dan teh mengandung tanin yang mengikat cadangan zat besi. Banyak sekali anemia yang terjadi pada busui/bumil karena terlalu banyak minum teh dan kopi," tambah dr. Diana.

About Author: Makruf

Gravatar Image
Kontak saya di HP: 087787353581 | Email: Ruffy81m6@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *